BEM PPNS ADAKAN AKSI SOLIDARITAS DAN DOA BERSAMA UNTUK KORBAN PENGEBOMAN

Aksi Solidarits dan Doa Bersama atas terjadinya peristiwa pengeboman di Surabaya

PPNS – Surabaya berduka. Pada hari minggu dan senin kemarin telah terjadi pengeboman di beberapa titik Kota Surabaya. Peristiwa tersebut terjadi di 3 Gereja, Mapolrestabes dan Rusun di Sidoarjo. Pasca peristiwa bom di Surabaya kemarin, Polri menetapkan Indonesia siaga satu. Pernyataan tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto saat memberikan keterangan di Mabel Polri, Senin (14/5).

Sebagai Mahasiswa, sudah seharusnya kita tidak menutup mata dan telinga kita akan hal itu. Ditambah dengan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut, disinilah peran Mahasiswa dibutuhkan. Tidak hanya sebagai Sosial Control dan Moral Force, namun mahasiswa juga diharapkan mampu mengkritisi peristiwa tersebut.

Sebagai bentuk melawan dan mengecam segala bentuk aksi terorisme tersebut, BEM PPNS adakan Aksi Solidaritas dan Doa Bersama pada hari Selasa (15/5). “BEM ingin meraketkan KM PPNS dengan saling menguatkan, dan perlu diketahui bahwa PPNS menjadi Politeknik pertama yang mempelopori menolak keras aksi terorisme” ujar Bisma selaku penanggungjawab kegiatan tersebut.

Aksi tersebut dihadiri oleh beberapa Ormawa dan UKM di PPNS seperti SKI, SKK, CSI dan KM PPNS sendiri. Pada pukul 19.00 WIB peserta sudah memenuhi lapangan basket. Peserta datang dengan membawa lilin. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Darah Juang. Kemudian dilanjutkan dengan orasi dari masing-masing Ormawa, UKM dan KM PPNS.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa, penyalaan lilin, penandatanganan petisi oleh peserta aksi dan pembacaan pernyataan sikap BEM PPNS oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa, Muhamad Alfani. Dengan pernyataan sebagai berikut.

Berangkat dari keresahan yang dirasakan oleh masyarakat akibat teror bom yang terjadi akhir-akhir ini, maka dari itu kami Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya menyatakan sikap :

  1. Menyampaikan rasa bela sungkawa kepada seluruh korban dan keluarga, semoga diberi ketabahan.
  2. Mengutuk keras terhadap aksi terorisme di Indonesia
  3. Mengajak seluruh masyarakat menghentikan penyebaran gambar ataupun video korban yang merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap penyebaran teror.
  4. Mengajak seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi isu-isu hoax.
  5. Mendesak aparat penegak hukum mengusut kasus hingga tuntas atas aksi terorisme yang terjadi di Mako Brimob, Surabaya dan Sidoarjo.
  6. Mendukung upaya kepolisian dan pemerintah daerah dalam usaha penjagaan suasana untuk menjamin atas perlindungan masyarakat.

Dengan adanya aksi seperti itu, setidaknya kita telah memberikan bantuan secara moral kepada saudara-saudara kita. Mari kita rapatkan barisan, satukan suara, kita lawan terorisme. Kami tidak takut!!!.

Hidup Mahasiswa !!!

Hidup Rakyat Indonesia !!!

Related posts